Jangan Biarkan Pilpres Mengoyak Persaudaraan Nasional

RIMANEWS-Pemilihan presiden (Pilpres) 2014 membuat tegangan politik yang cukup kuat antar sesama anak bangsa. Karenanya, mantan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menyerukan masyarakat Indonesia untuk kembali kepada makna luhur Idul Fitri dan memperkuat kembali persaudaraan nasional. Menurut Hasyim, sengketa hasil pilpres yang sudah masuk ke Mahkamah Konstitusi (MK), sebaiknya diselesaikan secara hukum. Masyarakat tidak perlu ramai-ramai karena memang tidak diperlukan oleh hukum. Baca Juga Hollande Putuskan Tidak Maju Lagi di Pilpres Anas Urbaningrum imbau kader Demokrat gabung Hanura Sidang dipindah, Ahok: saya nurut saja “Yang diperlukan adalah bukti dan pembuktian. Tidak memerlukan nafsu politik dan kegaduhan masyarakat. Kembalikan pada makna luhur idul fitri,” kata Hasyim Muzadi di Jakarta, Rabu (29/7/2014). Menurutnya, polarisasi pilpres yang terjadi beberapa waktu lalu tidak boleh mengoyak silaturrahmi kaum muslimin dan persaudaraan nasional. “Pilpres untuk bangsa, bukan bangsa harus koyak karena pilpres. Politik harus untuk kepentingan agama, bukan agama untuk kepentingan politik,” kata pengasuh pondok pesantren Al-Hikam Malang dan Depok ini. Hasyim mengingatkan bahwa Islam mengajarkan politik adalah alat semata yang tujuannya adalah keluhuran nilai agama. “Kita harus berpolitik agama bukan beragama politik. Politik agama adalah politik yang bernafaskan nilai luhur agama. Sedangkan agama politik adalah politik yang mengorbankan agama asal politiknya nyampai,” katanya. “Jangan sampai kaum muslimin jangan sampai terjebak dalam strategi menghalalkan semua cara yang dikenal zaman belanda dulu sebagai ” het doel heileg de middelen,” ujarnya.[trb] Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : HasyimMuzadi , pilpres , politik , Nasional

Sumber: RimaNews