Sistem Pembayaran dan Cadangan Devisa

Negara dengan sistem pembayaran terbaik cenderung akan memiliki cadangan devisa yang stabil dan sehat. Hal ini dapat dianalogikan sebagai darah dan lemak. Dalam saluran darah semestinya terjadi peredaran darah yang baik dengan tekanan darah yang normal. Saluran darah yang baik tidak menjadi tempat penumpukan lemak. Lemak yang berlebihan tidak baik karena dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Begitu pula dengan cadangan devisa, kekurangan cadangan devisa akan membuat perekonomian rentan terhadap ancaman sistem pembayaran karena risiko sistemik akan meningkat. Sementara itu, jika cadangan devisa terlalu tinggi juga mubazir. Sebab, cadangan devisa seharusnya dapat digunakan untuk hal-hal yang lebih produktif lainnya. Hal ini dapat terjadi jika sistem pembayaran tidak efisien. Bech dan Garratt (2003) menjelaskan hal tersebut, di mana lembaga memiliki insentif strategis untuk menunda pembayaran dalam rangka mempertimbangkan biaya pembayaran. Jika negara dengan cadangan devisa yang besar, seperti RRC, mengalokasikan cadangan devisa tersebut untuk memperbaiki infrastruktur pembayaran, dipastikan akan memiliki sistem infrastruktur pembayaran yang terbaik di dunia. Jika hal itu dapat dilakukan, bank sentral dapat mengurangi biaya pembayaran yang dapat berujung kepada peningkatan penundaan dalam pembayaran. Milton Friedman (1969) mengatakan bahwa menumpuk cadangan devisa yang besar tidak akan memperbaiki efisiensi dalam system pembayaran. Hal itu dapat terjadi sekalipun biaya sosial dari menciptakan uang adalah nol. Bagaimanapun, cadangan devisa merupakan pedang yang bermata dua, sehingga ancamannya adalah peningkatan biaya modal bagi pemerintah, entah itu pemerintah domestik atau negara lain. Dengan demikian, dampak biaya sosialnya bersifat tidak langsung. Dalam konteks peningkatan cadangan devisa, di RRC terbukti berkorelasi negatif dengan likuiditas di Amerika dengan data dua puluh satu hari rata-rata bergerak terpusat. Pengaruh negatif ini juga terlihat di Jepang dan Saudi Arabia. Jepang yang juga memiliki cadangan devisa terbesar setelah RRC kini menghadapi stagnasi sekuler yang berkepanjangan. Sementara itu, perekonomian Saudi Arabia juga tertatih-tatih, bukan saja akibat harga minyak yang turun. Tetapi akibat faktor negatif dari terlalu besarnya cadangan devisa yang membuat sistem pembayaran menjadi tidak optimal. Hal itu juga dikarenakan program linier yang digunakan oleh pemerintah Saudi Arabia dalam pembangunan ekonomi. Mereka kekurangan ahli matematika. Pemrograman linear dapat diterapkan pada berbagai bidang studi. Metode ini paling banyak digunakan dalam bisnis dan ekonomi, namun juga dapat dimanfaatkan dalam sejumlah perhitungan ilmu teknik. Misalnya, dalam ekonomi, fungsitujuan dapat berkaitan dengan pengaturan secara optimal sumbersumber daya untuk memperoleh keuntungan maksimal atau biaya minimal. Sedangkan fungsi batasan menggambarkan batasan-batasan kapasitas yang tersedia yang dialokasikan secara optimal ke berbagai kegiatan. Industri yang memanfaatkan pemrograman linear di antaranya ialah industri transportasi, energi, telekomunikasi, dan manufaktur. Pemrograman linear juga terbukti berguna dalam membuat model berbagai jenis masalah dalam perencanaan, perancangan rute, penjadwalan, pemberian tugas, dan desain. Sementara itu, kegagalan di Jepang dan RRC lebih karena faktor politik ketimbang kekurangan ahli matematika. Mungkin, untuk RRC, ahli matematika terpinggirkan dalam kancah politik, dan insinyur menjadi lebih dominan. Matematika selalu berkembang, misalnya di Tiongkok sejak tahun 300 SM, di India pada tahun 100 M, dan di Arab pada tahun 800 M, hingga zaman Renaisans. Temuan baru matematika berinteraksi dengan penemuan ilmiah baru yang mengarah pada peningkatan yang cepat di dalam laju penemuan matematika yang berlanjut hingga sekarang. Kini, matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting dalam berbagai bidang, termasuk ilmu alam, teknik, kedokteran/ medis, dan ilmu sosial seperti ekonomi, dan psikologi. Matematika terapan, cabang matematika yang melingkupi penerapan pengetahuan matematika ke bidang-bidang lain, mengilhami dan membuat penggunaan temuan-temuan matematika baru, dan kadang-kadang mengarah pada pengembangan disiplin-disiplin ilmu yang sepenuhnya baru, seperti statistika dan teori permainan. Inilah kelebihan Amerika Serikat, di mana penerapan matematika dijabarkan dengan mengaitkan antara sistem pembayaran dan cadangan devisa. Perekonomian Amerika Serikat tidak tergiur dengan cara RRC, Jepang dan Saudi Arabia dalam mengumpulkan cadangan devisa secara rakus! Achmad Deni Daruri , President Director Center for Banking Crisis Achmad Deni Daruri/GOR Investor Daily

Sumber: BeritaSatu