PM Renzi Mengundurkan Diri, Keanggotaan Italia di UE Terancam

Roma – Perdana Menteri Italia Matteo Renzi mengundurkan diri Senin dini hari waktu setempat setelah kalah dalam referendum amendemen konstitusi. Pengunduran diri Renzi dikhawatirkan mengganggu stabilitas ekonomi dan politik Uni Eropa. Kelompok oposisi amandemen konstitusi memenangkan referendum pada hari Minggu dengan perbandingan 60 persen banding 40 persen. Renzi mengatakan dia akan menyerahkan surat pengunduran diri ke Presiden Sergio Mattarella hari ini. Renzi juga mengindikasikan bahwa dia tidak akan membantu transisi ke pemerintahan sementara. “Dalam politik Italia, tidak ada pemenang. Saya memberikan segalanya tetapi kami gagal meyakinkan masyarakat,” kata Renzi kepada pendukungnya dengan suara serak dan berlinang air mata. Nilai tukar euro sempat jatuh ke level terendah dalam 20 bulan terakhir. Pada pukul 13.51 WIB, nilai tukar euro terhadap dolar melemah 0,91 persen ke 1.0567. Keluarnya Renzi menandakan bangkitnya revolusi populis seperti yang terjadi di Pemilihan Presiden Amerika Serikat dan keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Mattarella kini tengah mencari pemimpin baru yang dapat menjaga keutuhan Italia dan keanggotaannya di Uni Eropa. Sebuah survei pada hari Minggu dari EMG mengatakan Partai Five Star yang anti-Uni Eropa meraih popularitas tinggi. Survei menunjukkan Five Star menang pemungutan suara putaran kedua 53 persen:47 persen terhadap Partai Demokratik milik Renzi. Five Star juga unggul dengan persentase yang sama terhadap blok tengah-kanan. Five Star mendesak adanya pemilu mendadak dan dilanjutkan dengan referendum untuk keluar dari Uni Eropa jika Renzi kalah. Meski demikian, sebuah survei bulan lalu menunjukkan mayoritas warga Italia (67,4 persen) masih percaya dengan sistem mata uang tunggal euro. Calon pengganti Renzi antara lain adalah Menteri Keuangan Pier Carlo Padoan, Juru bicara Senat Pietro Grasso, dan Menteri Kebudayaan Dario Franceschini. Faisal Maliki Baskoro/FMB Bloomberg

Sumber: BeritaSatu