Berusia Tiga Tahun, Google Plus Masih Kembang Kempis

Tiga tahun lalu, Google melepas jejaring sosial mereka bernama Google Plus. Tiga tahun berselang, nasib social network tersebut masih “apes”. Kalah bersaing dengan FB serta Twitter dan kembang kempis berjuang untuk bertahan. Google+ miliki sekitar 540 juta pengguna aktif bulanan. Namun hanya setengahnya dari angka tersebut yang benar-benar mengunjungi situs mereka. Demikian menurut The New York Times . Bulan lalu, bos Google Plus Vic Gundotra telah meninggalkan perusahaan. Techcrunch menulis jika ada reorganisasi karyawan pasca hengkangnya satu pimpinan Google+ tersebut. Salah satunya yakni pemberian “definisi” yang berbeda akan platform sosial. Google Plus kini fokus ke tiga hal, video chatting , pesan instan, dan storage foto. Google membidik layanan khusus yang tidak dimiliki jejaring sosial lain. Google Hangout juga cukup powerfull sebagai alternatif Skype. Belum lama ini Google telah menghelat konferensi tahunan antar pengembang Google I/O. Di acara trersebut tidak menyebut sama sekali nama Google Plus. Apakah ini sebuah pertanda jika Google+ miliki masa depan suram? Para analis melihat jika bisa jadi ada yang “aneh” dengan pengembangan ekosistem Google+ . Sebab, mereka mendapati akses login ke sejumlah situs populer tidak memakai kredensialGoogle Plus melainkan Google. Ini sangat berbeda dengan FB dan Twitter yang menggunakan akun jejaring sosial untuk masuk ke situs tertentu. Pada The New York Times Larry Page, CEO Google mengatakan jika layanan Google+ sedang berkembang pesat. Terus merangkak naik sejak pertama kali diluncurkan. “Kami akan membuatnya lebih baik setiap harinya,” kata rekan Sergey Brin itu.

Sumber: Sidomi