Beredar Rekaman Lengkap Pembicaraan “Makelar” Freeport

Rimanews – Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyerahkan rekaman lengkap pembicaraan “Makelar Freeport” yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto, Pengusaha Muhammad Riza Chalid, dan Presiden Direktur PT Freeport Maroef Sjamsuddin. Rekaman lengkap tersebut, kini beredar di dunia maya. Rekaman tersebut diunggah situs papa.ga . Dalam situs tersebut, terdapat 11 rekaman berdurasi lebih dari satu jam. Baca Juga Licinnya Setya Novanto Kepasrahan PDIP dan Kembalinya Novanto 2016 jadi tahun paling kelam DPR Diperiksa KPK 7 Jam, Setya Novanto Senang Kasus Korupsi e-KTP, KPK Periksa Setya Novanto Meski demikian, belum bisa dipastikan apakah rekaman yang diunggah 30 November 2015 itu asli atau hasil editan.. Dalam rekaman tersebut sejumlah nama disebut-sebut. Seperti Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan, Wakil presiden Jusuf Kalla, Jokowi dan Megawati Soekarnoputri. Inilah rekaman pembicaraan lengkap yang disebarkan ke sejumlah awak media yg bisa di akses di papa.ga. Berikut Petikan Transkrip rekamannya: MS : Maroef Sjamsoeddin SN : Setya Novanto MR : Muhammad Riza Chalid MS: Assalaamualaikum Pak SN dan MR: Widiiiihh SN: Gak keluar Pak MS: Enggak Pak, ada tahllilan. SN: Gak ke Solo? MR: Besok? MS: Ke Solo kan lusa SN: Kan acaranya 11, Kamis ya MR: Bukan 12, kata Lucas. Pak Luhut pesen musti ketemu dia. SN: Yang bayar duluan MR: Gua duluan ya. MS: Wah ramai MR: Loe mau ngikut pesawat gua gak. SN: Pak Luhutnya kan MR: Gua sebentar, gua salaman, gua ketemu Pak Luhut gua kabur ke airport. Habis mau ngapain lagi lama-lama, yang penting buat kita nongol, salaman, ketemu Pak luhut udah. MS: Airport sama kota kan deket. MR: Iya MS: Cuma macetnya Solo itu. MR: Kalau gak naik itu, bisa jam 3 hari hari. Kalau mau. Tapi kira-kira kan bapak kira-kira sudah dapat Garuda kan. Freeport nyupport? (untuk pernikahan anak Jokowi) MS: Nggak ada. Nggak ada kita MR: Maklumlah presidennya, sudah banyak. (ketawa) MS: Tidak mungkin juga terbatas kali. Bikinnya kan di Solo. Kalau seperti Pak SBY dulu bikinnya di istana kan besar-besaran. Kapasitasnya juga besar. MR: Ini cuma 2000, 3000. MS: Itu yang diundang. Belum keluarga. Kapasitas terbatas. SN: Saya ditanyain wartawan di kita, Pak itu kan dibatasi oleh Menteri PAN hanya 400. Presiden sudah 2000-3000. Ya nggak ada masalah, namanya masyarakat pengin ketemu presiden. MS: Menteri PAN kan kadang masih ecek-ecek. Dia pikir, entar gua ngawinin gua sudah pensiun. Ya kan, anaknya Menteri PAN kan masih kecil-kecil. Bayangin aja 400. MR: Suka-suka dia Pak MS: Susah Pak, budaya orang Indonesia kan ndak bisa begitu Pak. Bagi orang barat 400 sudah besar banget MR: Pak Syaf waktu ngawinin anaknya, banyak, pokoknya gua gak peduli. Pesta gua yang bikin. SN: Syaf siapa? MR: Syafruddin. SN: Ooo MR: Banyak yang datang. MS: Mana mungkin itu pak. MR: Tapi jangan saya katanya gitu. Ada aja alasannya. MS: Susah pak budaya kita budaya kekeluargaan SN: Nanti saya Desember. Eh membengkak MR: 9000 lebih. Yang bikin acarnya caranya gitu. Jadi caranya undangan yang kanan untuk besan saja, yang kiri kita. Jadi bukan saya yang undang tapi besan saya. Selesai Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : papa minta saham , makelar Freeport , Setya Novanto , politik , Nasional

Sumber: RimaNews