Polda Jatim Turunkan Sniper untuk Amankan Natal

Surabaya – Menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Malam Tahun Baru 2017, Polda Jatim menerjunkan sejumlah sniper (penembak jitu) di sejumlah titik yang berpotensi rawan aneka kejahatan jalanan. Karenanya, kepada seluruh Polres dan Polsek jajaran Polda Jatim, diminta meningkatkan rasa aman di tengah-tengah aktivitas masyarakat yang melaksanakan Natal utamanya di gereja-gereja, dan Malam Tahun Baru di pusat-pusat keramaian dan tempat wisata. Demikian ditegaskan Kapolda Jatim, Irjen Anton Setiadji usai memimpin apel besar tiga pilar plus di Alun-alun, Lamongan, Jumat (16/12). “Yang jelas anggota kami sudah memiliki prosedur tetap (protap) sampai harus melakukan tindakan tegas,” tandas Jenderal Polisi berbintang dua yang memasuki persiapan masa pensiun itu. Untuk itulah, tambah Anton Setiadji, setiap anggota sudah dibekali melakukan tindakan khusus kalau sampai ada anarkis dari sekelompok warga masyarakat. Menurut dia, semua wilayah di Jatim itu rawan. Tidak ada yang tidak rawan atau paling rawan. Jatim, menurutnya, tetap menjadi sasaran ancaman gangguan keamanan, kendati Anton secara spesifikasi tak menyebut jenis ancaman tersebut. “Kami harus memberikan kewaspadaan yang tinggi kepada masyarakat dan anggota di jajaran Polres dan Polsek,” tandasnya. Di Surabaya Sementara itu menyongsong peringatan Hari Raya Natal di Surabaya, jajaran Polrestabes Surabaya sudah mulai fokus melakukan pengamanan (PAM). Kota terbesar kedua setelah Jakarta itu tidak ingin kecolongan dengan adanya gangguan keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada saat umat Kristiani merayakan Natal. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal menegaskan, pihaknya sudah siap mengamankan perayaan Hari Raya Natal 2016. Polrestabes bakal bahu membahu bersama TNI, dan Pemerintah Kota Surabaya guna memberi rasa aman dan nyaman bagi umat kristiani yang beribadah di gereja-gereja. “Kami juga bekerja sama dengan Dewan Greja dan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Surabaya, bersama-sama melakukan PAM,” ujar Kombes Pol Iqbal usai rapat koordinasi pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2016 di Mapolretabes Surabaya, Jumat sore. Kendati tanpa menyebutkan jumlah personel yang akan diterjunkan dalam PAM Natal dan Malam Tahun Baru, karena masih akan membahas lagi bersama intansi lainnya, seperti TNI dan Pemkot Surabaya. Kendati kondisi kamtibmas Kota Surabaya relatif aman, namun tidak ingin kecolongan. “Anggota intelejen tetap waspada dan bekerja sesuai dengan SOP,” ujar Kombes Pol Iqbal sambil menambahkan, PAM diutamakan pada gereja-gereja dengan jumlah jamaat besar. “Kami lakukan strerilisasi dan akan kami perkuat. Prinsip mengutamakan pengamanan persuasif, edukatif, dan memberi imbauan. Kami harus over estimate, dan dilanjutkan dengan melakukan show of force semua kekuatan Polri, TNI dan Pemkot Surabaya, serta organisasi sosial keagaman yang ada di tengah-tengah masyarakat, utamanya Banser-Nahdlatul Ulama (NU), Angkatan Muda Kristen serta Forum Komunikasi Antarumat Beragama (FKAUB),” tandas Kombes Pol Iqbal yang mantan Kapolres Sidoarjo dan Gresik itu. Aries Sudiono/FMB Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu