Maria Natalia Londa, Mengolah Perasaan demi Kualitas Lompatan

JUARA.net – Peluh keringat menetes di pelipis Maria Natalia Londa. Atlet atletik yang turun pada nomor lompat jauh itu bergeming. Fokusnya tetap tertuju ke satu arah, papan tumpu dan bak pasir. Sejenak kemudian, Maria berlari kencang menghampiri sasarannya. Dalam hitungan detik, dia memijak papan tumpu dengan penuh keyakinan dan melayang di udara sebelum akhirnya mendarat di pasir. “Ya! Kamu berhasil mencapai lompatan 6,50 meter, Maria!” teriak pelatihnya, I Ketut Pageh, yang mendampingi latihan di Lapangan Umum Mengwi, Badung, Bali. Seketika, senyum mengembang di wajah Maria dan sang pelatih. Keduanya kemudian saling merangkul sebagai tanda kepuasan. Atlet atletik nomor lompat jauh, Maria Natalia Londa, saat menjalani latihan persiapan Olimpiade Rio di Lapangan Umum Mengwi, Badung, Bali, Jumat (15/7/2016). RODERICK ADRIAN MOZES/KOMPAS.COM/JUARA.NET Maria adalah salah satu atlet Indonesia yang akan berlaga pada Olimpiade Rio 2016. Dia menjadi wakil Merah Putih pertama yang memastikan diri lolos, tepatnya setelah meraih medali emas Asian Games Incheon 2014 dengan rekor lompatan 6,70 meter. Akan tetapi, persiapan Maria menuju pesta olahraga dunia empat tahunan tersebut berjalan kurang mulus. Setahun setelah Asian Games, Maria mendapat cedera robek tendon kiri saat membela Indonesia pada SEA Games 2015 Singapura. Dia pun harus absen sekitar 8 bulan sebelum bisa kembali berlatih. “Waktu cedera, saya stres sekali karena tidak bisa berlatih. Padahal, seumur hidup saya habiskan dengan berada di lapangan dan berlatih,” tutur Maria mengawali percakapan dengan JUARA . Maria baru kembali ke lapangan dan menjalani latihan rutin seperti biasa pada Maret tahun ini atau empat bulan lalu. Porsi latihan yang disantapnya pun harus dimulai dari awal lagi, sementara waktu menuju ke Olimpiade Rio semakin mendekat. “Puji Tuhan, perkembangan latihan saya sudah mencapai 85-90 persen dan akan sampai ke 100 persen saat berada di Brasil,” ujar Maria. “Kemarin kan fase cedera saya panjang, tetapi selama empat bulan latihan ini sudah semakin bagus. Sudah tidak ada keraguan saat menumpu dan berlari. Sudah tidak ada rasa sakit, ini yang paling penting,” katanya lagi. Tak ada trauma Bagi sebagian besar atlet, fase paling sulit dalam penyembuhan cedera ialah menghilangkan trauma. Maria tak menampik hal ini. Namun, semangat dan daya juang yang dimiliki Maria memastikan isu tersebut hanya sekadar masalah waktu. “Trauma sudah mulai menghilang. Sekarang saya mulai memantapkan diri dan tidak ragu lagi berlatih maksimal,” tutur Maria. Saat ini fase latihan Maria telah sampai ke tahap pra-kompetisi. Pada tahap itu, porsi latihan atlet berdarah Bali-Flores tersebut mulai diturunkan dan mengerucut ke titik fokus tertentu. Maria mengatakan, evaluasi latihannya sekarang berada pada posisi mendarat di pasir dan kekuatan saat menginjak papan tumpu. “Saya masih sering bikin salah saat mendarat. Jadi, sehari sebelum berlatih teknik, pelatih menyuruh saya latihan strength (kekuatan) dulu di gym untuk perbaikan pada keesokan harinya,” kata peraih 4 medali emas SEA Games itu. Atlet atletik nomor lompat jauh, Maria Natalia Londa, berfoto bersama pelatihnya, I Ketut Pageh, seusai menjalani latihan persiapan Olimpiade Rio di Lapangan Umum Mengwi, Badung, Bali, Jumat (15/7/2016). RODERICK ADRIAN MOZES/KOMPAS.COM/JUARA.NET Hindari stres Sebagai atlet yang akan melakukan debut pada Olimpiade, Maria mengakui hal tersulit untuk dihindari saat ini ialah rasa gugup dan stres. Apalagi jika dia menemui program latihan yang kurang sreg. Guna mengatasi hal tersebut, Maria memilih melakukan meditasi. Biasanya, dia melakukan meditasi bersama sang pelatih di pantai atau seorang diri. “Hal paling penting saat ini ialah mengolah perasaan saat bertemu program latihan yang tidak cocok. Saya harus bisa mengolah perasaan demi kualitas lompatan dari sisa waktu yang semakin sempit,” kata Maria. Baca Juga: Higuain: Saya Tidak Tahan Berada Satu Menit Dekat De Laurentiis! Penakluk Lionel Messi Putuskan Pensiun Latihan Perdana Ibrahimovic bersama Man United Penuh Canda Tawa “Saya juga harus bisa mengolah pikiran dan badan, jangan sampai cedera lagi. Mudah-mudahan kerja keras saya bisa membuahkan lompatan yang lebih baik dari lompatan terbaik,” ujarnya. Olimpiade Rio 2016 akan berlangsung pada 5-21 Agustus mendatang. Cabang olahraga atletik dijadwalkan pada 12-21 Agustus di Olympic Stadium-Engenhao. Selain mewakil Indonesia pada nomor lompat jauh, Maria juga akan menjadi pembawa bendera alias flag bearer saat upacara pembukaan yang digelar di Stadion Maracana, 5 Agustus.

Sumber: Juara.net