Banyuwangi Komitmen Wujudkan Pelayanan Publik Terbaik

Banyuwangi – Kabupaten Banyuwangi menggelar Festival Pelayanan Publik hari ini, Rabu (14/12) hingga Jumat (16/12). Festival yang masuk dalam agenda Banyuwangi Festival 2016 ini menjadi etalase berbagai inovasi pelayanan publik unggulan daerah yang hampir kesemuanya pernah mendapatkan penghargaan tingkat nasional. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, selama ini Banyuwangi berkomitmen untuk mewujudkan pelayanan publik terbaik bagi masyarakat. Berbagai inovasi pun dilakukan untuk membuat pelayanan publik, yang tidak hanya efektif dan efisien, tapi juga dekat dengan masyarakat. ” Public service festival ini sengaja kami gelar khususnya untuk terus memacu kinerja birokrasi daerah mewujudkan layanan publik yang prima. Pelayanan publik yang terus mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pemerintah. Kami ingin festival ini akan memacu PNS untuk terus berinovasi,” kata Bupati Anas di Banyuwangi, Rabu (14/12). Kepala Bagian Organisasi, Budi Santoso, mengatakan, selain memamerkan inovasi layanan publik, even ini juga menyuguhkan berbagai program layanan lainnya dari Satuan Perangkat Kerja Daerah(SKPD). Antara lain Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Pelayanan Publik di tingkat pemerintahan desa dan masih banyak lagi. “Misalnya Dispendukcapil selain memamerkan Lahir Procot Pulang Bawa Akta juga akan memamerkan berbagai layanan kependudukan seperti pengurusan KTP, surat pindah dan lain-lain. Dispenda dengan layanan retribusinya, BPPT dengan layanan perijinan,” ujar Budi. Selama pameran berlangsung, tambah Budi, masyarakat juga bisa memanfaatkan momen tersebut untuk mengurus berbagai layanan publik One Stop Service. Misalnya mengurus SIUP dan TDP, Pelayanan Kartu Identitas Anas maupun membayar PBB dan retribusi lainnya. “Seperti SIUP dan TDP kan bisa sehari selesai karena tidak perlu survei, begitu juga KIA maupun pembayaran PBB. Jadi semuanya bisa dilakukan di lokasi pameran,” imbuhnya. Selain pameran, selama berlangsungnya Festival juga akan ada workshop pelayanan publik. Workshop ini akan membedah berbagai inovasi pelayanan publik unggulan seperti Smart Kampung. “Setiap harinya akan ada 100 orang staf desa dan kecamatan yang akan ikut workshop ini,” jelas Budi. Salah satu SKPD yang juga turut berpartisipasi dalam festival pelayanan publik ini adalah Dinas Kesehatan. Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan, Widji Lestariono, mengatakan pihaknya akan menunjukkan tiga inovasi unggulan Puskesmas yang masuk dalam TOP 35 dan TOP 99 Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Yakni Inovasi SAKINA dari Puskesmas Sempu, Pujasera dari Puskesmas Tampo dan Sirami Gizi dari Puskesmas Singotrunan. “Selama tiga hari secara bergantian kami mengundang seluruh staf dan kepala Puskesmas se-Banyuwangi untuk bisa melihat secara langsung inovasi yang telah dilakukan oleh ketiga puskesmas tersebut. Harapan kami inovasi yang telah dilakukan oleh puskesmas peraih penghargaan dari pemerintah pusat dapat di replikasi oleh Puskesmas lainnya di Banyuwangi,” pungkasnya. Feriawan Hidayat/FER BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu