4.100 Banser Siap Amankan Natal di Jatim

Surabaya – 4.100 personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama Jawa Timur (NU Jatim) siap diterjunkan membantu aparat Kepolisian dan pengamanan internal gereja. Personel Banser itu akan bertugas menjelang, selama dan sesudah perayaan Hari Natal 25 Desember 2016. Namun demikian, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jatim masih menunggu Polda Jatim beserta jajaran untuk mengetahui jumlah personel per kota yang dibutuhkan. “Dari 41 cabang yang ada di 38 kota kabupaten se-Jatim, kita siapkan masing-masing 100 Banser untuk per wilayah kota dan kabupaten. Jadi total ada 4.100 personel siap membantu aparat kepolisian dan internal gereja. Ini murni sukarela, tidak perlu dibayar,” ujar Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Jatim, Rudi Tri Wahid dalam keterangannya kepada wartawan, di Surabaya, Selasa (20/12). Mantan Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Ngawi itu membenarkan, ada satu kabupaten yang terkadang memiliki dua cabang Banser, seperti di Kabupaten Pasuruan dan Kecamatan Bangil, Kabupaten Probolinggo dan Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Situbondo dan Kecamatan Asembagus, Kabupaten Jember dan Kecamatan Rambipuji. Dikemukakan Rudi Tri Wahid, bahwa bantuan pengamanan ini murni partisipasi dari Banser NU dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Kami selalu menjaga harmonisasi, hubungan baik dengan segenap anak bangsa. Keutuhan NKRI adalah harga mati. Jika kami diminta, ya pasti harus siap terjun,” tandas Rudi Tri Wahid lagi. Ia masih menunggu kontak dengan Polda Jatim, berapa tenaga Ansor yang diminta dari setiap masing-masing kewilayahan. Sebab antara kota kabupaten yang satu dengan lainnya ancaman keamanannya berbeda. Ia lalu menunjuk satu wilayah kabupaten yang wilayahnya luas dan banyak gereja yang menggelar pesta Natal yang pelu pengamanan ekstra. Seperti Kota dan Kabupaten Malang, Mojokerto, Jombang, Situbondo, Jember, Bondowoso, Banyuwangi, Madiun serta Kabupaten Lamongan, ujar Rudi Tri Wahid. Berdasarkan pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, ada sekitar 4.000 personel Banser yang diperbantukan menjaga umat Kristiani merayakan Natal di gereja-gereja tertentu. Sterilisasi Gereja Sementara itu sejumlah Polres utamanya Polres Kota Mojokerto tidak ingin terulang peristiwa (dua buah) bom rakitan di Gereja Sidang Jemaat Pantekosta di Indonesia, Eben Haezer di Jalan RA Kartini pada 24 Desember 2.000 yang meminta korban jiwa Riyanto, Anggota Banser setempat akibat mengamankan bom rakitan dalam tas ransel yang disusupkan teroris. “Untuk kali ini kita sengaja meminta bantuan Tim Penjinak Bom Gegana Sat Brimobda Polda Jatim untuk melakukan penyisiran di gereja-gereja yang menyelenggarakan perayaan Natal,” ujar Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Nyoman Budiharja dalam keterangan persnya, semalam. Ia membenarkan, dalam rangka memberikan rasa aman dan tenteram umat kistiani, maka menjelang perayaan Natal, pihaknya sudah mulai melakukan sterilisasi gereja-gereja. “Selain sterilisasi, kami akan menempatkan polisi di tiap gereja untuk mengamankan prosesi peribadatan agar ancaman terorisme bisa diantisipasi,” katanya sambil menambahkan, bahwa sterilisasi dan penempatan polisi itu diutamakan pada rangkaian ibadah Natal. Selain sterilisasi gereja, pihaknya juga meminta Tim Penjinak Bom Gegana Sat Brimobda Polda Jawa Timur untuk turun dan memeriksa kondisi gereja di Kota Mojokerto. Aries Sudiono/YUD Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu