124 Perusahaan Konsultasi Jadi Pusat Logistik Berikat

Jakarta – Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan sebanyak 124 perusahaan saat ini sedang mengikuti konsultasi untuk pengajuan menjadi Pusat Logistik Berikat (PLB). “Sudah ada 124 yang konsultasi ke Bea Cukai. Konsultasi tiap minggu ini dilakukan agar perusahaan bisa menyampaikan keinginan dan kita asistensi, supaya mereka paham teknis, tujuan PLB, dan fasilitasnya,” kata Heru di sela-sela acara Jakarta International Logistics Summit and Expo (JILSE) di Jakarta, Rabu. Heru menyampaikan dari 124 perusahaan yang melakukan konsultasi tersebut sebanyak sembilan hingga sepuluh perusahaan bisa ditetapkan menjadi PLB dalam waktu dekat. “Kalau dari 124 yang sudah mengerucut ke fase tiga itu ada sembilan sampai sepuluh perusahaan. Sedang yang lain masih menjalani konsultasi,” ujarnya. Ia menambahkan perusahaan yang bisa ditetapkan sebagai bagian dari PLB tersebut sedang berada dalam proses finalisasi dan nantinya siap menambah keberadaan gudang multifungsi untuk menampung barang ekspor maupun impor ini. “Itu sedang difinalisasi, yang penting PLB ini bisa memberikan pemerataan distribusi bahan baku penolong maupun modal. Termasuk nantinya didorong PLB ke luar Jawa,” ujar Heru. Heru mengharapkan nantinya PLB secara paralel bisa melengkapi jalur tol laut yang telah dicanangkan pemerintah agar proses industrialisasi di daerah bisa berjalan dengan lebih efektif dan sektor perdagangan berkembang lebih pesat. “Kita juga menyiapkan pusat logistik di pelabuhan, supaya angkutan laut yang beroperasi nantinya juga membawa muatan pulang, terutama barang komoditas strategis yang bisa diekspor bagi Indonesia,” ujarnya. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan telah meluncurkan PLB pada Maret 2016 yang merupakan gudang multifungsi untuk menampung barang ekspor impor serta menjadi bagian dari paket kebijakan ekonomi jilid II. Fasilitas yang dinilai positif ini bertujuan untuk mendukung distribusi logistik yang murah dan efisien, mendukung pertumbuhan industri dalam negeri serta menjadikan Indonesia sebagai hub logistik di wilayah Asia Pasifik. Hingga sekarang, pemerintah telah membangun 28 PLB yang melayani berbagai sektor seperti minyak dan gas, pertambangan, pemeliharaan (maintenance), perbaikan dan reparasi (repair and overhaul) , otomotif dan farmasi. Rinciannya sebanyak 11 PLB telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo sejak periode Maret 2016 dan sebanyak 17 PLB baru disepakati dalam perhelatan acara Jakarta International Logistics Summit and Expo (JILSE) 2016. Sekitar sembilan hingga sepuluh PLB akan dibangun dalam waktu dekat setelah melalui proses konsultasi dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai serta kolaborasi dengan asosiasi maupun pemain utama di industri. /TL

Sumber: BeritaSatu