Akhir Era Zamparini di Palermo

Tepat pada Senin 27 Februari lalu, pengusaha berusia 75 tahun itu memutuskan mundur dari kursi kepresidenan yang telah ia geluti selama 15 tahun.
Pengumuman itu disampaikan langsung oleh situs klub Palermo. Pihak klub berjuluk Rosanero itu baru akan mengumumkan secara resmi pengganti Zamparini dua pekan lagi.
“Dalam waktu 15 hari Presiden baru akan ditunjuk, dan akan diumumkan pada konferensi pers di Palermo,” ujar situs resmi klub.
“Presiden baru Palermo adalah wakil dari Anglo-Amerika Fund, yang berada di bawah kontrak untuk berinvestasi dalam proyek-proyek dari Gruppo Zamparini, dengan prioritas investasi awal untuk Palermo Calcio, yaitu stadion dan tempat latihan,” lanjutnya.
“Tujuan dari investor adalah untuk mengembailkan klub ke posisi yang layak dan ke level internasional, dengan program yang akan memakan waktu tiga sampai lima tahun,” demikian pernyataan situs klub.
Zamparini mengambil alih Palermo sejak 2002. Menariknya selama itu, ia telah melakukan 40 pergantian pelatih. Sehingga tak jarang banyak yang menganggap dirinya kejam dalam mengambil keputusan.
Pada musim lalu saja, Zamparini telah memecat Giuseppe Lachini, Davide Ballardini, Fabio Viviani, Giovanni Tedesco, Giovanni Bosi, dan Walter Novellino.
Sementara dari segi prestasi, kehadiran Zamparini di Palermo membawa angin segar kala itu. Ia mampu mengangkat derajat Palermo dari Serie-B hingga promosi ke Serie-A pada musim 2003–2004. Prestasi yang cukup gemilang, mengingat kejadian itu butuh waktu 30 tahun lamanya untuk diwujudkan.
Kemudian, pada musim perdana Zamparini, Palermo rutin finis di papan atas klasemen. Hingga bisa bermain di kancah internasional seperti Piala UEFA (sekarang dikenal dengan Liga Europa). Sedangkan, pada 2011 ia pernah menyaksikan Palermo menjuarai Coppa Italia.
Klub yang berseragam pink ini juga rajin menyumbang para pemain mereka ke timnas Italia. Yang paling diingat adalah, ada empat pemain Palermo yang masuk timnas saat Azzuri menjuarai Piala Dunia 2006 di Jerman. Mereka adalah Cristian Zaccardo, Fabio Grosso, Andrea Barzagli, dan Simone Barone.
Pada era kepresidenannya Zamparini juga mengorbitkan para pemain bintang. Sebut saja, Edinson Cavani, Javier Pastore, dan Paulo Dybala yang dibeli dengan harga irit, bisa dijual dengan harga selangit.
Kini Palermo ditinggalkannya, dengan kondisi yang sangat kritis. Klub yang bermarkas di Renzo Barbera itu tengah berjuang keluar dari zona degradasi dengan baru mengemas 15 poin dari 26 laga.
Bagaimana pun, Zamparini telah memilik dampak hebat bagi sejarah Palermo di masa lalu dan akan selalu diingat hingga pada masa mendatang.

Tweet

Penulis:MTVNEditor:Winarkodibaca:66461 Kali

louisvuittonsaleon.com Agen Judi Bola Online 2016 terpercaya Sumber: Lampost.co