Tingkatkan Profesionalisme, Polri Luncurkan Program Siaga Reserse

Bekasi – Anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) diminta untuk mengubah budaya lama yang sudah menjadi stigma kepolisian di mata masyarakat. Serta diminta meningkatkan profesionalisme anggota Polri dan meningkatkan pelayanan publik. Dengan demikian, akan ada peniaian baru terhadap Polri dan semakin dekat serta dicintai oleh masyarakatnya. Untuk meningkatkan profesionalisme kepolisian, hari ini diluncurkan program pengaduan masyarakat berbasis android dari telepon seluler. “Masyarakat sangat traumatis dengan kekerasan dan pemerasan (istilah 86) yang dilakukan Polri. Tugas polisi yang sangat mulia tadi jadi buyar (dengan adanya kekerasan dan pemerasan). Kenapa masyarakat tidak percaya kepada Polri? Karena profesionalisme Polri masih dipertanyakan,” ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Moechgiyarto, di Mapolresta Bekasi Kota, Kamis (15/9). “Masih ada laporan polisi yang terkatung-katung. Kita berbicara kurang profesional dalam pelayanan publik. Kadang-kadang polisi menampilkan perilaku yang kurang simpatik,” Kapolda menambahkan. Dia menjelaskan, siapa pun yang datang membuat laporan polisi, harus dilayani dengan ramah supaya masyarakat tidak menjauh (ada jarak) dengan kepolisian. “Ini kenyataan yang kita hadapi,” ujarnya di hadapan anggota kepolisian, TNI, tokoh masyarakat/agama serta perwakilan tiga pilar. Kapolda mengungkapkan kekuatan sumber daya manusia (SDM) Polri yang mengawaki Polda Metro Jaya sebanyak 33.000 personel. Khusus di DKI Jaya saja, perbandingan polisi dengan masyarakat yakni 1:817. Di Kota Bekasi, kata Kapolda, perbandingan lebih luas lagi yakni 1:1400. Perbandingan antara anggota polisi dengan masyarakat sangat jauh dari ideal yang dirumuskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yakni 1:300. Satu kepolisian menjaga sekitar 300 jiwa masyarakat. “Dengan rasio kenyataan seperti itu, tidak mungkin Polri bekerja sendiri dan membutuhkan kemitraan dengan masyarakat. Prinsip-prinsip tugas kepolisian yakni mengedepankan pencegahan dan penangkalan dengan bersinergi/bermitra dengan masyarakat. Apabila tiga pilar solid saya yakin Kamtibmas terus terpelihara dengan baik di Kota Bekasi. Jangan ada sekat-sekat Bhabinkamtibmas dengan masyarakat,” imbuhnya. Untuk meningkatkan, profesionalisme anggota, Polri meluncurkan program Siaga Reserse yang dapat diunduh melalui telepon seluler berbasis android. “Nama progamnya, SIAPP dengan menggunakan sarana ponsel android. Masyarakat bisa akses ke aplikasi ini dan boleh mendaftar. Masyarakat yang dilecehkan oleh preman, tinggal tekan tombol SOS, nanti akan datang polisi yang datang dengan cepat ke lokasi. Program ini melalui sistem GPS, termasuk dalam hal pelaporan masyarakat dan progresnya,” ujarnya. Dengan program ini, kata dia, termasuk bagian dari revolusi mental program pusat untuk mengubah stigma kepolisian di mata masyarakat. Mikael Niman/JAS Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu