PDI Perjuangan: Jangan Ada Dendam Politik

Rimanews – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan mengajak masyarakat prodemokrasi membela hak kedaulatan guna mengalahkan ambisi kekuasaan yang merebut hak politik rakyat. “PDI Perjuangan mengajak seluruh kelompok prodemokrasi untuk bersama-sama membela hak rakyat berdaulat sebab Indonesia yang begitu besar tidak bisa dibangun oleh dendam politik,” kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Jakarta, Jumat (10/3). Baca Juga Ahok: kenapa cuma saya yang digugat menista agama? Dora girang Aiptu Sutisna cabut laporan Kata Presiden Jokowi soal “om telolet om” Hasto menegaskan PDI Perjuangan menjalankan prinsip perabadan politik sesuai dengan hati nurani dan memegang teguh kedaulatan rakyat. Hasto mencontohkan ketika PDI Perjuangan berada di luar pemerintahan selama 10 tahun kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, berusaha meningkatkan kualitas demokrasi tanpa dilatarbelakangi dendam politik. Hasto mengatakan bahwa membangun kesadaran demokrasi di Indonesia tidak bisa dibangun dengan dasar dendam karena kalah dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden RI. “Usulan Presiden SBY terkait dengan Panglima TNI, Kapolri, dan bagaimana PDI Perjuangan hadir lengkap saat pelantikan Presiden SBY pada tahun 2004 dan 2009 adalah contoh praktik politik yang dewasa dan sehat,” ujar Hasto. Selain itu, PDI Perjuangan menghormati saat kader Partai Demokrat terpilih menjadi Ketua DPR RI 2009–2014 sebagai partai pemenang pemilu. Hasto memandang peradaban praktik politik saat ini telah berubah, terutama peralihan kekuatan Orde Baru menjadi neo-Orde Baru di bawah pimpinan Aburizal Bakrie, Prabowo, dan Amien Rais. Hasto menduga terdapat agenda set back yang intinya ingin mengubah Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan mengembalikan pemilihan umum presiden secara langsung kembali melalui MPR. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : PDI Perjuangan , politik , Nasional

Sumber: RimaNews