Komunitas AutoCAD Indonesia Miliki 57.600 Anggota

Tangerang – Untuk menggambar dua dimensi dan tiga dimensi, saat ini para insinyur sipil, land developers, arsitek, insinyur mesin, hingga desainer interior banyak yang menggunakan AutoCAD, perangkat lunak yang dikembangkan oleh Autodesk. Untuk menghubungkan para penggunanya tersebut, sejak 14 September 2011 sudah lahir sebuah perkumpulan yang dinamakan “Komunitas AutoCAD Indonesia”. Pendiri Komunitas AutoCAD Indonesia, Ade Imam Julipar, menjelaskan, awalnya komunitas ini berdiri untuk menampung para pengguna perangkat lunak ( software ) AutoCAD di Indonesia. Namun seiring berjalannya waktu, komunitas ini kemudian menjadi wadah untuk bertukar informasi dan berbagi ilmu. “Di komunitas ini, banyak hal yang bisa didapatkan anggotanya. Mereka bisa saling bertanya atau berdiskusi tentang masalah sehari-hari dalam penggunaan AutoCAD,” ujar Ade Imam di acara Gathering Nasional Komunitas AutoCAD Indonesia, di The Breeze BSD City, Tangerang, Minggu (11/9). Untuk berdiskusi antara sesama anggotanya, komunitas ini memanfaatkan media sosial Facebook yang dianggap lebih interaktif ketimbang harus lewat website. Selama lima tahun berdiri, komunitas ini telah memiliki 57.600 anggota, menjadikannya sebagai salah satu komunitas dengan jumlah anggota terbanyak. “Dari jumlah anggota yang hampir mencapai 60.000 itu, setengahnya merupakan anggota aktif. Artinya mereka aktif sharing atau bertanya lewat media sosial,” kata Ade yang sering disapa Master AutoCAD karena sudah menggunakan software ini selama 13 tahun. Selain lewat media sosial, komunitas ini juga secara rutin mengadakan kegiatan “kopi darat” untuk mendiskusikan hal-hal terbaru mengenai AutoCAD. Untuk kegiatan Gathering Nasional, Komunitas AutoCAD Indonesia juga bekerjasama dengan AutoDesk dan BSD City yang sedang bertransformasi menjadi kota pintar berbasis digital yang terintegrasai ( integrated smart digital city ). Herman/FER BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu