Kenali Diri Sendiri Melalui Tes Kepribadian

Pepatah bijak mengatakan: Sebelum mengenali kepribadian orang lain, alangkah lebih baik jika kita mengenali kepribadian diri sendiri terlebih dulu. Dengan mengenali kepribadian diri sendiri, diharapkan kita akan dapat melihat ‘kekurangan’ sekaligus ‘kelebihan’ yang bersemayam dalam diri kita. Dan selanjutnya, kita berusaha mengeksplor ‘kelebihan-kelebihan’ yang bisa jadi selama ini masih tersembunyi atau belum terlihat. Sehingga kita dapat menentukan profesi paling tepat untuk kita tekuni di kemudian hari. Menurut Teori Enneagram, manusia terdiri dari 9 jenis kepribadian. Yaitu Si Perfeksionis, Si Penolong, Si Pengubah, Si Romantis, Si Pengamat, Si Pencemas, Si Ambisius, Si Boss, dan Sang Mediator. Masing-masing tipe kepribadian Enneagram memiliki keunikan tersendiri yang membentuk keseluruhan spektrum potensi manusia. Setiap sifat unik tersebut tentu memiliki sisi negatif. Dan dengan mengetahui sisi negatif yang ada dalam diri, diharapkan kita akan selalu berusaha untuk menghindari atau meminimalisirnya. Baca Juga Pemerintah siapkan UN menjadi ujian sekolah standar nasional Ciptakan rekayasa kopi luwak, mahasiswa ini raih medali emas Umrah Lebih dari Sekali Kena Biaya Visa Jenis kepribadian pertama adalah Si Perfeksionis. Seseorang berjenis kepribadian ini cenderung mempunyai kemampuan bawaan untuk menilai potensi menjadi lebih baik dalam segala situasi. Dia adalah sosok idealis, bertanggungjawab, mandiri, bangga terhadap diri sendiri serta terhadap kejujuran dan integritas. Sisi negatif dari tipe kepribadian ini adalah terlalu ingin dianggap sempurna dan cenderung memperhatikan kesalahan, sehingga hal ini dapat menimbulkan kritik serta penilaian terhadap diri sendiri maupun orang lain (halaman 9-11). Tipe Kepribadian kedua adalah Si Penolong. Seseorang yang memiliki jenis kepribadian ini memiliki kemampuan alamiah untuk membuat hubungan empatis dengan orang lain. Sebagai penolong, ia sesungguhnya merasakan apa yang sedang dirasakan atau dibutuhkan orang lain. Ia merasa terdorong untuk berhubungan dengan orang lain secara emosional dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sisi buruk dari kepribadian jenis ini adalah sering merasa suntuk dalam kebutuhan atau perasaan orang lain, sampai-sampai ia melupakan kebutuhan atau perasaan dirinya sendiri (halaman 13-15). Tipe kepribadian ketiga adalah Si Pengubah. Sebagai pengubah ia merasa memiliki banyak energi dan mampu melaksanakan banyak tugas. Ia membuat segala hal yang mustahil menjadi hal yang bisa saja terjadi. Ia memiliki kemampuan beradaptasi bersama ragam karakter orang di segala situasi. Namun, sisi buruk dari jenis kepribadian ini adalah ia lebih cenderung memfokuskan perhatian pada tujuan dan tugas sehingga hal ini dapat membayangi aspek-aspek lain dari kehidupannya sendiri (halaman 17-19). Si Pencemas adalah tipe kepribadian berikutnya. Orang yang berkepribadian jenis ini memiliki kekuatan imajinasi yang luar biasa, hingga membuatnya mampu melihat kemunduran, kemerosotan atau bahaya dalam situasi apa pun. Ia adalah sosok pencemas dan perencana yang cukup andal. Ia dapat memvisualisasikan cara-cara untuk mengatasi atau menghindari bahaya. Sisi buruknya, ia lebih cenderung memiliki indera yang kuat terhadap bahaya dan ini dapat berlebihan sekali pun ancaman yang muncul itu kecil (halaman 29-31). Tipe kepribadian selanjutnya, Sang Mediator. Biasanya orang-orang berkepribadian jenis ini memiliki prinsip bahwa hidup ini merupakan harmoni, mengalir bersama arus. Ia memiliki karakter khas: terbuka dan menerima orang lain apa adanya, tanpa mau menghakimi. Ia cenderung menunjukkan sikap dan pembawaan yang tenang dan terbuka. Selain bisa memahami kondisi batin orang lain, ia juga mampu terlibat lebih jauh dengan mereka, mampu melihat seluruh sisi persoalan dan mampu menjadi pendamai bagi pihak-pihak yang sedang bertikai. Namun, ada beberapa sisi negatif dari jenis orang berkepribadian ini. Misalnya, ia menjadi lupa pada kepentingan dan prioritas diri sendiri karena selalu berurusan dengan masalah orang lain (halaman 41-43). Masih ada 4 tipe kepribadian yang akan dipaparkan dalam buku yang disusun oleh Ari Januar ini. Selain sembilan tipe kepribadian versi teori Enneagram, pada bab selanjutnya akan dipaparkan teori kepribadian yang ditulis berdasarkan penelitian Carl Jung. Pada teori ini, manusia dikategorikan menjadi 16 jenis kepribadian, di mana masing-masing kepribadian memiliki keunggulan serta kelemahan. Dan tak ada satu pun kepribadian lebih baik dari kepribadian lainnya. Dalam pandangan Carl Jung, terdapat 4 pengelompokan karakter utama dalam kepribadian manusia. Masing-masing merupakan 2 kepribadian yang berkebalikan. Yaitu: Ekstrovert dan Introvert, Sensor dan Intuitif, Thinker dan Feeler, Judger dan Perceiver. Keempat kelompok tersebut memiliki ciri-ciri yang berbeda. Pada bab terakhir, akan disuguhi soal-soal tes kepribadian yang seringkali muncul dalam rekrutmen kerja. Pada bab ini akan dipaparkan analisis jawaban yang diperlukan. Buku ini cocok dijadikan sebagai bacaan bermutu untuk membantu menemukan jenis kepribadian seseorang. Setelah menemukan jenis kepribadian diri sendiri, langkah selanjutnya adalah berusaha mempertahankan dan meningkatkan hal-hal positif yang kita miliki dan meminimalisir hal-hal negatif yang dapat membuat hidup kita menjadi bermasalah dan kurang bahagia. _______________________________ Judul Buku : Siapakah Dirimu? Personality Test untuk Mengenal dirimu Lebih Dekat Penulis : Ari Januar Penerbit : Indo Literasi Cetakan : I, 2013 Tebal : vi + 128 halaman ISBN : 978-602-7900-53-0 Peresensi: Sam Edy Yuswanto, Penulis lepas, bermukim di Kebumen. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Buku , teori , Kepribadian , Buku , teori , Kepribadian , Buku , teori , Kepribadian

Sumber: RimaNews