Jangan Panik Saat Indikator Bensin Sudah di Posisi E

Jakarta, Otomania – Selain masalah teknis yang kerap terjadi di mobil ketika mudik, musibah kehabisan bensin dalam perjalanan juga banyak dialami pemudik. Apalagi bagi yang sering terjebak dalam situasi kemacetan panjang akibat membeludaknya volume kendaraan. Lalu bagaimana bila ternyata mobil sudah dalam posisi “E” ( empty /kosong) di tengah perjalanan? Menjawab hal ini, Iwan Abdurahman, General Repair Service Manager Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan, pada dasar saat indikator atau jarum odometer bensin di posisi “E” (empty/kosong), mobil tetap bisa digunakan karena masih ada sisa bahan bakar cadangan atau reservoir (RES). “Biasanya ada dua cara untuk menunjukan bensin sudah dalam posisi kosong, pertama dari jarum indikator dan yang kedua dengan lampu indikator yang mulai berkedip. Bila patokannya dari lampu yang baru saja mulai berkedip biasanya masih ada sekitar 10 persen, tapi ini beda-beda di setiap mobil yah,” ucap iwan saat dihubungi Otomania, Senin (4/7/2016). Jumlah sisa bensin di masing-masing mobil berbeda-beda, karena kapasitas tangki juga pasti berbeda antara jenis mobil yang satu dengan lainnya. Menurut Iwan, untuk mobil Toyota Avanza, Yaris, dan Agya ketika jarum sudah di posisi E sisa BBM berkisar antara 5-6 liter, sedangkan untuk jenis mobil big MPV seperti Innova sisa bensin saat jarum atau lampu indikator mulai menyala berkisar di angka 10 liter. hmsmotoblog.wordpress.com Indikator bensin Iwan menjelaskan, saat posisi sudah di E pengendara jangan terlalu panik. Bila dalam kondisi macet baiknya tidak terus menerus menghidupkan mesin mobil, cari informasi mengenai SPBU terdekat dan mulai memperkirakan jarak tempuh dari mobil. Matikan air conditioner (AC) juga bisa menjadi solusi, tapi Iwan mengatakan efek pengaruhnya hanya sekian persen saja. “Masalah cukup tidaknya sisa bensin sampai SPBU terdekat tergantung dari jarak tempuh, cara berkendara, serta situasi kondis di jalan. Umumnya untuk Avanza dengan average konsumsi BBM 1:10 bisa menempuh perjalanan kurang lebih 40 km, dengan catatan kondisi kecepatan konstan dan tidak macet, tapi bila dalam kondisi mudik yang padat sudah pasti lebih cepat habis,” ucap Iwan.

Sumber: Otomania.com