Inggris Tak Mau Bantu Imigran Afrika dan Timur Tengah

Rimanews – Inggris menolak berpartisipasi dalam operasi yang dilakukan Uni Eropa untuk mencari dan menyelamatkan imigran dari Afrika dan Timur Tengah yang berusaha menyebrangi Laut Mediterania. Menurut Inggris, tindakan itu akan membuat imigran semakin berani menyeberangi laut berbahaya tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris Selasa (28/10) menyatakan bahwa Menlu Inggris Joyce Anelay tidak akan membantu operasi pencarian tersebut. Baca Juga Wanita Muslim akan jadi perdana menteri Rumania Pria Malaysia sembunyikan 900 gram heroin di celana dalam Kepsek di China diskors setelah 400 siswanya ujian di tengah kabut polusi “Kami tidak akan membantu operasi pencarian dan penyelamatan di Mediterania yang telah direncanakan itu,” kata Menlu. “Menurut kami, apa yang telah dilakukan oleh para migran itu akan mendorong lebih banyak orang menyebrangi laut berbahaya tersebut. Itu akan membuat kejadian tragis dan kematian semakin meningkat,” katanya. Juru bicara Kemenlu Inggris menegaskan, pemerintah Inggris lebih memilih fokus pada pencegahan perdagangan manusia dari negara asal imigran dan negara transit mereka. Perdana Menteri David Cameron memilih memusatkan isu imigrasi sebagai upaya untuk mempertimbangkan kembali masuknya Inggris ke dalam organisasi Uni Eropa. Namun, masalah ini menjadi alot akibat meningkatnya isu Partai Independen Inggris yang anti-imigrasi dan anti-Uni Eropa menjelang pemilihan umum bulan Mei lalu. Menurut Komisi Uni Eropa sebuah operasi gabungan terbatas yang disebut dengan Triton akan dilakukan antara Uni Eropa dan Mediterania yang dimulai pada November 2014. Kegiatan ini diadakan untuk membantu Otoritas Italia menjalankan tugasnya. Italia telah lama meminta bantuan dari negara-negara Eropa untuk mengawasi Laut Mediterania, persimpangan laut berbahaya yang semakin ramai dijadikan jalur melarikan diri oleh para imigran akibat konflik dan kesulitan ekonomi di Timur Tengah dan Afrika. Sebelumnya, berdasarkan catatan yang dilansir Organisasi Internasional untuk Migrasi, atau International Organization for Migration , sebanyak 3.072 imigran tewas karena mencoba menyeberangi Mediterania sepanjang tahun ini. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : imigran Afrika dan Timur Tengah , laut mediterania , Eropa , Internasional

Sumber: RimaNews